"Bapak Presiden dan para tamu undangan, saya melaporkan percepatan penyaluran tunjangan ASN langsung ke rekening guru atas realisasi dan arahan kebijakan Bapak Presiden. Ini merupakan birokrasi dan layanan publik yang tidak birokratis, tapi harus memudahkan, tepat, cepat, efektif, efisien," ujar Abdul Mu'ti di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir dalam acara tersebut.
Menurut Mu'ti, selama 15 tahun terakhir, tunjangan guru masih harus melalui rekening pemerintah daerah terlebih dahulu sebelum sampai ke rekening guru. Namun, dengan kebijakan baru ini, tunjangan yang ditransfer langsung oleh pemerintah pusat akan langsung diterima oleh para guru, menghilangkan proses perantara yang selama ini memperlambat pencairan.
"Kebijakan ini akan dimulai bulan ini, agar para guru bisa menyambut Idulfitri dengan penuh kegembiraan serta bekerja lebih baik dalam menunaikan tugas mulianya mencerdaskan bangsa," tambah Mu'ti.
Mu'ti juga merinci bahwa jumlah guru ASN dan PPPK yang akan menerima tunjangan langsung mencapai 1.476.964 guru ASN yang ditransfer dari rekening Kementerian Keuangan, serta 392.802 guru non-ASN yang akan menerima tunjangan langsung dari Kemendikdasmen. Proses validasi data saat ini masih berlangsung, dan dana akan ditransfer begitu data dinyatakan valid.
Dalam sambutannya, Mu'ti juga memberikan apresiasi khusus kepada tiga kabupaten yang melakukan validasi data guru dengan sangat cepat, yaitu Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Temanggung, dan Kabupaten Kudus.
Sementara itu, dari sekitar 900.000 data rekening guru yang telah diterima dari pemerintah daerah, sebanyak 70 persen telah dinyatakan valid oleh bank. Meski begitu, masih ada sekitar 200.000 data rekening guru yang masih dalam proses verifikasi lebih lanjut.