Israel kembali menunjukkan wajah brutalnya dengan meluncurkan operasi darat yang menghancurkan Gaza, Kamis (20/3/2025). Militer Israel mengklaim operasi ini untuk memperluas perimeter keamanan di Gaza bagian tengah dan selatan, namun kenyataannya warga sipil yang tak berdosa menjadi korban. Kekejaman ini semakin mencolok saat Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengeluarkan ultimatum terakhir yang tidak berperikemanusiaan kepada penduduk Gaza.
Dalam sebuah video yang diunggah, Katz tanpa rasa empati memberikan peringatan keras kepada warga yang berada di bawah kendali Hamas sejak 2007. "Ikuti saran presiden Amerika Serikat. Kembalikan para sandera dan singkirkan Hamas, maka mungkin pintu bagi masa depan akan terbuka. Bahkan ada kesempatan bagi Anda untuk pergi ke tempat lain di dunia," ucap Katz dengan dingin.
Pernyataan tersebut merujuk pada ancaman dari Presiden AS, Donald Trump, yang sebelumnya mengeluarkan ultimatum serupa. "Kepada rakyat Gaza: Masa depan yang indah menanti, tapi tidak jika Anda menyandera. Jika Anda melakukannya, Anda mati!" ancam Trump dengan nada otoriter.
Di saat Israel terus melancarkan serangan bom dan memulai operasi darat, ribuan warga sipil di Gaza hidup dalam ketakutan. Jalanan dipenuhi oleh keluarga-keluarga yang melarikan diri, mencoba menyelamatkan diri ke wilayah selatan, setelah Israel mendesak mereka untuk meninggalkan zona pertempuran. Banyak di antaranya adalah anak-anak kecil yang tak mengerti kenapa mereka harus meninggalkan rumah mereka dalam suasana mencekam ini.
Meski ada seruan internasional untuk gencatan senjata, Israel tetap melanjutkan serangan tanpa ampun. Ribuan warga Gaza kini terjebak dalam konflik yang semakin memburuk, tanpa adanya harapan akan keselamatan. Israel secara terang-terangan mengabaikan seruan dunia untuk menghentikan kekerasan, sementara korban sipil terus berjatuhan.
Serangan ini sekali lagi membuktikan bagaimana Israel tidak segan-segan menargetkan wilayah-wilayah padat penduduk di Gaza, seolah-olah tak ada pertimbangan bagi keselamatan manusia yang berada di tengah-tengah konflik ini.
Tags
Berita
Gaza
Hamas
Internasional
Konflik Israel Palestina
Menteri Pertahanan Israel
Operasi Darat Israel
Pemboman Gaza
Peringatan Terakhir Israel Katz
Presiden Trump
Sandera di Gaza
Zona Pertempuran